MEDAN – Berkali-kali berganti merek, bos judi tembak ikan yang biasa dipanggil Akun, semakin eksis mengembangkan bisnis judi berkedok permainan ketangkasan tersebut di wilayah hukum Polrestabes Medan dan Polres Pelabuhan Belawan.
Untuk mengelabui aparat penegak hukum, bos judi Akun awalnya menggunakan merek Fortune, Gorilla, Kingdom 88, Joker 88, Hitam Putih (HP) dan dan terakhir Domino. Terkini, Domino berganti menjadi Ratu Ikan sebagai merek terakhir.
Informasi yang diperoleh di lapangan, wartawan, Senin (7/2/2022) menyebutkan, lokasi judi tembak ikan bermerek Ratu Ikan tersebar di sekitar wilayah Jl. Jermal XVII dan Pasar VIII Percut Seituan.
Sedangkan untuk merek Domino tersebar di Jl. Masjid Taufik, Kecamatan Medan Perjuangan dan Jl. Gaharu Kecamatan Medan Timur, di Kecamatan Medan Barat, Kecamatan Medan Helvetia dan Kecamatan Sunggal Deliserdang.
Tak mengherankan memang, trik ini sengaja dipakai sang bos judi Akun agar tak terendus oleh petugas. Namun, warga yang resah dengan keberadaan lokasi judi yang terindikasi juga digunakan sebagai lapak transaksi dan penyalahgunaan narkotika ini tak bisa dibungkam.
Iqbal, warga Kecamatan Medan Perjuangan mengaku heran karena aktivitas judi tembak ikan bebas beroperasi selama 24 jam tanpa pernah digerebek oleh pihak Kepolisian.
“Mereka tidak pernah tutup. 24 jam buka terus. Kami resah, takut anak-anak kami dan generasi muda rusak moralnya karena perjudian. Bukan itu saja, orang-orang yang datang ke lokasi itu rata-rata penyabu. Bisa jadi lokasi itu juga dijadikan tempat transaksi sabu dan pesta narkoba,” sebut Syamsiar, Senin (7/2).
Atas kondisi ini, Iqbal berharap agar jajaran Polrestabes Medan menggerebek lokasi judi tembak ikan tersebut sebelum warga mengambil inisiatif sendiri dan melakukan aksi yang tidak diinginkan.
Sementara itu, lokasi judi tembak ikan di kawasan pesisir Medan Utara kian marak di Komplek Kota Baru Kecamatan Medan Marelan, Kandang Lembu Pekan Labuhan, Dekat Rel Kereta Api Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan.
Selain itu, merek Ratu Ikan juga mendominasi di Jl. Infeksi Titipapan, Rengas Pulau Medan Marelan, Jl. Marelan Pasar 6 Desa Manunggal, Jalan Marelan Raya Pasar 5 Marelan, di Pasar 4 Marelan ada 2 pintu, di Danau Siombak, di Belawan (Ruko PJKA Belawan) satu pintu, di Medan Labuhan pinggir Benteng Sungai ada 3 titik dan di pinggir rel Kota Bangun Kecamatan Medan Deli dan di lahan garapan Helvetia, Kecamatan Labuhandeli.
Meski sedang marak-maraknya judi tembak ikan tersebut namun belum ada tindakan dari Polres Pelabuhan Belawan.
Anto, warga Medan Marelan menyebutkan, untuk bermain judi tembak ikan terlebih dahulu harus membeli koin dan nantinya bisa ditukar dengan uang tunai jika sudah memiliki poin yang banyak.
“Kalau mau main harus beli koin bang, nanti kalau menang bisa ditukar,” ujar Ridwan yang mengaku pernah main judi tembak ikan tersebut.
Dijelaskan Ridwan, lokasi judi tembak ikan di Medan Marelan selalu ramai dan banyak orang main judi. “Tidak hanya orang pribumi tapi orang Tionghoa juga hilir mudik berdatangan,” pungkas Anto.
Di beberapa lokasi-lokasi milik Akun, pernah digerebek petugas beberapa kali. Namun, hari ini digerebek, 3-4 hari kemudian sudah kembali buka. Membuat warga pun heran. Ada apa dengan lokasi-lokasi judi milik Akun?
(Bersambung/red)